Jumaat, 1 April 2011

Cerita Tentang Cinta

Cerita tentang Cinta Sejati...
Its a nice story..
melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter,
" Bisa saya melihat
Seorang ibu yang bar ubayi saya ?" Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang
ungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela
rumah sakit.
B
membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang me nayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi
u bergegas pulang ke rumah dan membenamka
seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki i tn wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata,
un disukai teman-teman sekolahnya.
Ia juga mengem
" Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya. Katanya, saya ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pbangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, " Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain ?"
Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang te
Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. Dokter itu berkata, " linga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya." Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.
egera mengirimmu ke rumah sak
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya. Sang ayah berkata, " Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus sit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.
ah bersedia mengorbankan ini semua
pada saya.
Oranf
Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, " Pa, saya harus mengetahui siapa yang te l itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, " Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu."
suatu hari tibalah saat yang menyedihkan b
Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, " Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia. Hingg aagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang
tnya.
Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit
kec
terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. Sang ayah berbisik, " Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan ramb uantikannya bukan ?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam batin. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.
Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak
diketahui.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Catatan Popular